SOCIAL MEDIA

Sunday, January 29, 2017

Amankah Ibu Hamil Bepergian Jauh?


Amankah Ibu Hamil Bepergian Jauh? Saat hamil, adakalanya Ibu hamil dituntut untuk bepergian dan tetap aktif dalam menjalankan rutinitasnya sehari-hari misalnya untuk urusan pekerjaan. Bepergiannya bisa saja jauh ataupun dalam jarak dekat. Meskipun sedang hamil, Ibu harus bergerak dan tetap dinamis. Dengan tetap aktif selama hamil, bisa membuat Ibu hamil menjalani kehamilannya dengan lebih baik.

Tips Traveling Untuk Ibu Hamil


Namun jika Ibu hamil harus bepergian jauh, ada baiknya apabila ibu hamil memperhatikan beberapa kondisi sebagai berikut ya, supaya Ibu hamil dan janin dalam kandungannya tetap sehat dan selamat. Ohya, kali ini di blog ini saya akan menuliskan beberapa tips untuk ibu hamil yang akan bepergian jauh/traveling khususnya dengan menggunakan pesawat, mobil, dan kereta. Perhatikan apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan selama perjalanan ya.


Ibu Hamil Bepergian dengan Pesawat Terbang


traveling hamil naik pesawat


Jika Ibu hamil berada dalam kondisi yang menuntut untuk bepergian jauh dan perjalanan harus ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang, sebaiknya Ibu hamil dan janin dalam kandungan harus dalam kondisi yang sehat dan tidak sedang sakit. Usia kehamilannya masih di bawah 32 minggu. Biasanya, maskapai penerbangan akan membatasi perjalanan ibu hamil hanya untuk perjalanan selama 1-2 jam jarak tempuh apabila kandungan Ibu hamil berusia di atas 28 minggu.

Sebelum bepergian dengan menggunakan pesawat terbang, Ibu hamil wajib berkonsultasi dengan dokter kandungan mengenai aktivitasnya ini. Jika diperlukan, Ibu hamil dapat meminta surat rekomendasi dari dokter kandungannya yang menyatakan bahwa Ibu hamil dan janinnya dalam kondisi sehat dan bisa melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang. 

Saat berada di dalam pesawat terbang, usahakan Ibu hamil duduk dalam posisi yang nyaman. Apabila terasa pegal, Ibu hamil bisa jalan-jalan sebentar di dalam kabin pesawat untuk relaksasi. Namun tetap perhatikan keamanannya ya. Jika perlu, Ibu hamil bisa meminta bantuan pramugari/pramugara untuk membantu Ibu hamil beraktivitas di dalam pesawat. 

Saat hamil, biasanya Ibu hamil akan cepat merasa lapar/haus. Meskipun beberapa maskapai pesawat terbang menyediakan makan, minum, snack, ada baiknya Ibu hamil tetap membawa makanan dan minuman sendiri sebagai cadangan.

Ibu Hamil Bepergian dengan Mobil


traveling ibu hamil dengan mobil


Ibu hamil boleh kok melakukan perjalanan dengan mobil. Namun sebaiknya yang jarak dekat saja atau maksimal 5-6 jam per hari karena jika lebih dari itu perjalanan akan terasa melelahkan, terutama bagi Ibu yang tengah mengandung. 

Apabila terpaksanya Ibu hamil harus melakukan perjalanan yang jauh dan harus menggunakan mobil maka sebaiknya Ibu hamil memilih menggunakan mobil yang nyaman. Selalu gunakan sabuk pengaman untuk melindungi Ibu hamil dan janin dalam kandungan dari bahaya dan goncangan. 

Mobil yang dilengkapi dengan air bag bisa dipilih untuk melindungi Ibu hamil dan juga pengendara. Selalu aktifkan air bag ini ya. Bisa juga Ibu hamil duduk di kursi tengah mobil dan tetap gunakan sabuk pengaman. 

Usahakan untuk berhenti setiap dua jam sekali terutama bila Ibu hamil sudah merasakan pegal-pegal baik itu di daerah punggung, pinggang,  maupun kaki. Biasanya kaki terasa akan sangat pegal. Saat berhenti ini, Ibu hamil bisa sambil melakukan peregangan di luar mobil. Berhentilah di tempat yang aman dan teduh. Bisa berhenti di pom bensin, warung makan, atau tempat wisata. Bersantai sejenak sambil makan, minum, buang air kecil dan juga menikmati lingkungan sekitar.

Ibu Hamil Bepergian dengan Kereta


traveling hamil naik kereta

Untuk bisa melakukan perjalanan dengan kereta, sebaiknya Ibu hamil dan janin dalam kondisi yang sehat karena perjalanan dengan kereta api biasanya adalah perjalanan yang panjang dan lama. Usia kandungan terbaik saat melakukan perjalanan dengan kereta api adalah di trimester kedua (usia kandungan 4-6 bulan). 

Sebaiknya, Ibu hamil jangan pergi dadakan karena tiket kereta api biasanya sudah habis jika pergi mendadak. Pesan tiket kereta api online jauh-jauh hari. Saat hari H perjalanan tiba, datanglah minimal 30 menit sebelum keberangkatan supaya ada waktu untuk check in dan juga istirahat. Dengan datang lebih awal, Ibu hamil juga tidak perlu tergesa-gesa.

Barang bawaan jangan banyak-banyak apalagi jika Ibu hamil harus bepergian sendirian. Apabila barang yang dibawa terpaksanya harus banyak, Ibu hamil dapat minta tolong misalnya ke porter. Ongkos porter sekitar Rp 5.000 - Rp 10.000, tergantung jumlah barang yang dibawa. Ohya, kalau bisa sih sebenarnya Ibu hamil jangan bepergian naik kereta sendirian, khawatir terjadi apa-apa, sebaiknya Ibu hamil ada yang menemani saat pergi-pergi jauh.

Saat naik dan turun kereta api, tunggu sampai agak lenggang supaya tidak berdesak-desakan. Jaga alat komunikasi/handphone tetap menyala. Bawa charger untuk mengisi baterai karena di dalam kereta sekarang sudah disediakan tempat colokan yang dapat digunakan dengan gratis. Dengan selalu menjaga baterai handphone selalu menyala, maka Ibu hamil dapat menghubungi keluarga dengan cepat apabila ada sesuatu. 

Di dalam kereta, Ibu hamil bisa jalan-jalan. Karena kereta gerbongnya cukup panjang, Ibu hamil bisa dengan leluasa berjalan menyusuri gerbong demi gerbong. Dengan berjalan-jalan, kemungkinan pegal-pegal bisa dikurangi. 

Ohya, kenakan pakaian dan sepatu yang nyaman saat bepergian jauh dengan kereta api. Jangan pakai sepatu berhak tinggi karena akan menyulitkan mobilitas Ibu hamil. Jenis sepatu flats, sandal terbuka, atau sepatu kets akan memudahkan mobilitas Ibu hamil. Baju juga sebaiknya kenakan yang longgar, menyerap keringat, dan tidak panas. Dengan mengenakan baju dan sepatu yang nyaman, perjalanan Ibu hamil dengan naik kereta api bisa dinikmati.  

Begitulah tips-tips dari saya untuk para Ibu yang ingin bepergian saat hamil baik dengan pesawat terbang, mobil, ataupun kereta api. Insya Allah aman jika Ibu hamil harus bepergian jauh asal tetap memperhatikan tips-tips di atas. Semoga tulisan ini bermanfaat ya. Simak juga tips lain dari saya baik tentang kondisi selama hamil maupun tentang persiapan nama untuk bayi laki-laki dan nama bayi perempuan.

Salam,

14 comments :

  1. Saya pernah naik bis mbak ke bandung pas hamil 8 bulan, ya alloh sakit bgt bayinya nendang2, pegel kaki. Huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah lumayan besar juga ya Mbak, kalau 8 bulan mah.

      Delete
  2. Duuu mungkin nanti kalau hamil, aku hanya bisa melakukan perjalanan jarak dekat ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, sebenarnya asal kondisi janin dan ibu sehat, tidak apa-apa sih.

      Delete
  3. Yang agak suka banyak pertanyaan itu masalah ibu hamil boleh ga naik pesawat. Memang ada batasannya yak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak, kalau naik pesawat memang ibu hamil rada riskan.

      Delete
  4. lagi blogwalking, nemu postingan begini. Jadi pengen cepet-cepet nikah dan hamil.

    See me on nopipon(dot)com

    ReplyDelete
  5. pas hami 3-4 bulan, ke bandung naik motor. 5 jam perjalanan kebayang pegelnya ni punggung. mana disana gak dapet penginapan yang layak, hiks sedih.. tapi untungnya lahiran lancar dede nya sehat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah dari mana Mbak naik motor 5 jam ke Bandung saat hamil? hebat euy.

      Delete
  6. Dulu aku pernah dikasih tahu obgynku, kalau lagi hamil muda paling bagus naik kereta. Apalagi kalau perjalanan jauh. Soalnya kalau di kereta bisa gerak, jalan-jalan, jadi nggak rawan kaki bengkak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, karena kereta paling stabil motionnya dibandingkan moda transportasi yang lain.

      Delete
  7. Klo bru hamil seminggu amankah naek kereta api kira2 6 mpe 7 jm perjalanan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat atas kehamilannya ya Bu Rari.
      Kondisi Ibu dan janin bagaimana? Kalau sehat sepertinya tidak apa-apa. Tapi kalau ragu-ragu mending konsultasi ke dokter kandungan dulu ya Bu biar dicek dulu kondisinya seperti apa.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...