f

Kamis, 29 Juli 2010

Hasil Survei: Nama Bayi Makin Aneh-aneh

Jakarta, Coba perhatikan nama-nama bayi sekarang pasti orangtuanya sudah jarang memberi nama Sugeng, Jatmiko, Karsini, Slamet, Bejo, Untung, Sri, Wati, Ningsih, Denok, Temon. Ternyata hampir semua orangtua di dunia ingin nama anaknya beda, unik, moderen bahkan ada yang terkesan aneh.

Survei yang dilakukan Bounty Parenting Club, sebuah organisasi orangtua di Inggris yang peduli tentang nama anak, menemukan banyak orangtua yang memberikan bayinya dengan nama yang tidak biasa.

Dilansir dari Telegraph, Kamis (29/7/2010), orangtua makin meninggalkan nama tradisional dan lebih memilih mengikuti nama selebritas atau memberi nama-nama aneh seperti Shy (malu), Puppy (anak anjing), dan Bean (buncis) untuk anak mereka.

Sebanyak 1 dari 3 orangtua mengakui anaknya diberi nama yang tidak biasa atau mengikuti nama para selebritas atas anak selebritis.

Hal senada juga terjadi di Indonesia, nama-nama tradisional mulai ditinggalkan. Pemberian nama lebih beralih pada nama-nama yang terkesan lebih modern atau kebarat-baratan.

"Berdasarkan observasi dari orangtua yang mencari nama anak, dalam menentukan nama untuk anak pastinya orangtua bermaksud baik dan positif," ujar psikolog Levianti M.Si, Psi ketika dihubungi detikHealth, Kamis (29/7/2010).

Menurut Levianti, nama-nama tradisional beralih menjadi nama-nama moderen karena adanya konformitas (penyesuaian) di antara lingkungan sosial yang menjadi salah satu penyebab.

Pemberian nama yang tidak biasa mungkin memang bisa menimbulkan dampak negatif pada kondisi psikologis anak. Misalnya anak menjadi sering diejek oleh teman sekolahnya, anak merasa minder dan sebagainya. Namun, bila orangtua mau lebih cermat, dampak negatif tersebut bisa saja ditangani.

Orangtua bisa menggunakan momen tersebut untuk mengajak anak berbincang-bincang, memberi pengertian dan menjelaskan makna dari nama yang diberikan pada si anak dan membantu anak untuk lebih percaya diri.

"Dampak yang muncul pada anak, baik itu positif atau negatif, tergantung pada komunikasi yang dilakukan orangtua pada anak," kata psikolog yang mengajar di Universitas Esa Unggul Jakarta.

Sementara para ahli di Inggris memperingatkan para orangtua untuk 'berpikir dengan sangat hati-hati' sebelum menetapkan nama yang tidak biasa tersebut, karena hal ini dapat mempengaruhi keadaan psikologis anak.

Memberikan nama yang terdengar 'edan' dinilai sebagai sikap egois dan tidak memikirkan anak mereka. Bounty Parenting Club juga menemukan 1 dari 10 orangtua menyesali keputusan mereka untuk berbelok dari norma.

Dari 3000 responden yang disurvei sebanyak 300 responden menyesal memberikan nama aneh ke anaknya. Disisi lain makin banyak anak yang terus meminta namanya untuk diganti karena reaksi dari lingkungannya yang tidak menyenangkan.

Responden juga mengaku ketika memberitahukan nama bayi yang baru dinamai aneh, hampir seperlima menunjukkan ekspresi terkejut, hampir sepertiga lainnya menanyakan bagaimana cara mengeja nama si bayi, sementara yang lainnya banyak meminta si orangtua untuk menyebutkan kembali nama si bayi untuk memastikan bahwa mereka telah mendengar dengan baik.

"Catatan kami telah membongkar pilihan nama yang tidak biasa ini pada orang tua selama 1 dekade, juga menjelaskan bahwa tren memberikan nama yang lebih 'edan' ini semakin meningkat," kata Faye Mingo, juru bicara Bounty.

"Memang hebat melihat orangtua menjadi kreatif dan menginginkan anak mereka berdiri di kerumunan dengan nama yang lebih tidak biasa, tetapi ada beberapa nama di sini yang akan membuat anak sulit menjalaninya," lanjutnya.

Orangtua perlu berpikir dengan sangat hati-hati mengenai segala hal yang mungkin akan terjadi pada nama yang tidak biasa tersebut.

Sumber: health.detik.com

1 komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...